Category Archive Foto Bantuan

Bykud minosaroyo

Pembagian Dana Paceklik KUD Mino Saroyo

KUD Mino Saroyo Cilacap mengeluarkan dana paceklik bagi nelayan, meski sebelumnya pernah menyalurkan Rp 100 juta sebagai dana paceklik. Hal idu dikatakan Ketua KUD Mino Saroyo Cilacap, Untung Jayanto, Rabu.

“Dana tersebut dibelikan beras untuk kemudian diserahkan kepada para nelayan anggota KUD. Dana itu berasal dari retribusi transaksi ikan di tempat pelelangan ikan (TPI),” kata ketua umum Bpk Untung Jayanto.

Ketua Bidang Organisasi Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Cilacap, Indon Tjahjono mengatakan bahwa pihaknya melalui HNSI pusat mengusulkan kepada pemerintah agar ada subsidi BBM khusus nelayan termasuk adanya bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM) khusus nelayan.

Bykud minosaroyo

Bantuan untuk korban longsor Banjarnegara

Tragedi longsor 12 Desember 2014 lalu di Banjarnegara, Jawa Tengah menyisakan kenangan pahit. Lebih dari 100 orang tewas. Pergerakan tanah dahsyat yang sampai merenggut korban jiwa itu ternyata dipengaruhi oleh sejumlah faktor.

Tanaman kubis yang baru saja tumbuh di lahan seluas 1 hektare di kawasan Telaga Lele, Banjarnegara dipastikan gagal panen. Pergeseran tanah membuat lahan perkebunan itu ambles di beberapa titik dengan penurunan 5 sampai 10 meter. Pohon-pohon yang tumbuh di sekitarnya pun menjadi korban, tumbang satu demi satu.

Akibatnya, cekungan memanjang dengan lebar hampir 10 meter mirip seperti sungai dengan mata air baru, terbentuk dengan sendirinya.

Fenomena alam ini memang bukan tanpa alasan. Curah hujan yang tinggi akhir-akhir ini membuat pergerakan tanah tak terbendung.

Cuaca ekstrem dengan curahan air dari langit yang begitu besar di musim hujan di tahun ini bukan hanya berdampak pada lahan pertanian, tetapi juga menyasar ke permukiman warga.

Contohnya adalah tembok salah satu rumah warga mengalami retak-retak yang cukup hebat. Bahkan fondasi dasar rumah terus mengalami penurunan hingga kini. Amblesan rumah mencapai 10 centimeter, sebuah hitungan angka cukup cepat dalam kurun waktu 3 bulan terakhir.

Aktivitas pergerakan tanah memang tak bisa disepelekan. Tragedi memilukan terjadi di Kabupaten Banjarnegara 12 Desember 2014 lalu. Hanya dalam hitungan menit, sedikitnya 40 rumah dan 108 jiwa yang tinggal di Dusun Jemblung, Kecamatan Karangkobar tersapu oleh ganasnya tanah longsor. Puluhan ribu meter kubik material tanah mengubur semua yang ada di jalur luncurannya.

Dengan menggunakan air bertekanan tinggi yang disemprotkan ke tumpukan tanah, Tim SAR gabungan yang dibantu relawan mencari korban-korban yang tertimbun longsoran. Alat-alat berat juga ikut dikerahkan untuk membuka jalan yang terputus akibat timbunan longsor.

Wilayah Banjarnegara termasuk wilayah yang berada di daerah dataran tinggi. Luas sekitar 1 juta km persegi, separuh lebih atau 65 persennya berada di ketinggian 100 hingga 1.000 meter di atas permukaan laut.

Kerusakan permanen akibat gerakan tanah di rumah warga tidak melulu karena faktor curah hujan yang tinggi. Munculnya kolam-kolam kecil buatan warga yang tak dibuat secara standar dengan lapisan semen membuat air cenderung meresap ke dalam tanah.

Artinya, tanah menjadi gembur dan rentan longsor. Kurangnya sosialisasi dari pemerintah setempat menjadi penyumbang adanya perubahan fungsi lahan yang tak sesuai. Peristiwa longsor yang terjadi membekaskan kenangan pahit, utamanya warga yang menjadi korban.

Sosialisasi maupun ketersediaan jalur evakuasi dan lokasi aman untuk perlindungan warga dari ancaman bencana masih terasa kurang. Hal itu disebabkan peta rawan bencana di setiap kecamatan belum terarsip dengan baik.

Banyaknya lahan subur yang dimanfaatkan warga sebagai tanah pertanian maupun perkebunan menjadi salah satu faktor penghambat warga mau direlokasi.

Dari KUD “Mino Saroyo” sendiri sedikit memberikan bantuan untuk korban Longsor dan meninjau lokasi longsor tersebut, dengan di dampingi para warga dan anggota KUD “Mino Saroyo” menyerahkan bantuan kepada para korban longsor yang diberikan kepada perwakilan dari Anggota TNI yang bertugas di daerah setempat, bantuan terdiri dari makanan dan pakaian.

Berikut beberapa Gambarnya.

 

Bykud minosaroyo

Saving Nelayan Cilacap Dibagikan

Warga Nelayan di kabupaten cilacap menerima dana saving, dana dibagikan kepada nelayan yang sudah memberikan sebagian hasil tangkapannya untuk disimpan di KUD Mino Saroyo dan selanjutnya akan dibagikan kembali kepada nelayan tersebut apabila musim paceklik atau berdasarkan kesepakatan untuk dibagikan.